
Warga Suriah berkabung di depan para korban tewas akibat serangan helikopter militer AS ke wilayah Suriah, di Sukkariyah, dekat kota Abu Kamal, Senin (27/10). Empat helikopter militer AS, Minggu, melepaskan tembakan dengan alasan mengejar kelompok perlawanan Irak yang masuk ke wilayah Suriah.
Pemerintah Suriah kemarin memperingatkan akan melakukan pembalasan jika AS melakukan lagi serangan melintasi perbatasan Irak-Suriah. Suriah mengecam serangan pasukan komando AS ke Desa Sukariyah, Suriah, di perbatasan Irak-Suriah, sebagai tindakan kriminal dan agresi teroris yang telah direncanakan.
Sumber pejabat AS mengatakan, serangan itu dinilai sukses karena berhasil menewaskan pemimpin jaringan penyelundup pejuang asing ke Irak. Orang dimaksud adalah Abu Ghadiya, mantan orang kepercayaan Abu Mussab al-Zarqawi, pemimpin Al Qaeda yang tewas dalam sebuah serangan AS di Irak.
Dia memiliki pengetahuan mengenai apa yang disebut jalur- jalur tikus, rute-rute penyelundupan (ke Irak). Hasil itu tidak diragukan akan memberikan pengaruh besar terhadap jaringan penyelundup pejuang asing,” kata sumber pejabat AS itu, sambil menambahkan bahwa intelijen AS menyerap informasi, Ghadiya merencanakan serangan di Irak.
Tindakan teroris
Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallim yang tengah berada di London, Senin (27/10), mengungkapkan, dia tidak memercayai bahwa pembunuhan warga sipil di Suriah itu merupakan suatu kekeliruan. Oleh karena itu, dia memperingatkan, Suriah akan mempertahankan wilayahnya jika terjadi lagi serangan serupa.
”Semua korban adalah warga sipil, tidak bersenjata, dan mereka berada di dalam wilayah Suriah,” ujarnya.
Muallim menegaskan, pemerintahnya meminta pertanggungjawaban AS atas kematian warga-warga sipil itu dan meminta dilakukan penyelidikan untuk menjelaskan mengapa serangan dilakukan.
”Membunuh warga sipil dalam hukum internasional berarti sebuah agresi teroris,” paparnya.
Menlu Suriah menambahkan, para pejabat AS tahu bahwa Suriah menentang Al Qaeda. ”Mereka sepenuhnya tahu bahwa kami berupaya memperketat perbatasan kami dengan Irak,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.
Serangan AS ke Suriah itu membingungkan sejumlah kalangan karena bertolak belakang dengan komentar pejabat-pejabat AS belakangan ini bahwa Suriah telah meningkatkan keamanan di perbatasannya. Tahun lalu AS juga memuji Suriah atas pengamanan perbatasannya.
Menlu Inggris David Milliband, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dan Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana menyesalkan jatuhnya korban warga sipil akibat serangan AS itu. Sarkozy juga meminta agar AS menahan diri dan dengan tegas menghormati integritas teritorial suatu negara.
Serangan AS itu dikhawatirkan beberapa pihak akan semakin mempersulit diperolehnya persetujuan mengenai perjanjian pertahanan AS-Irak, yang ditentang banyak warga Irak. Serangan itu menunjukkan bahwa Irak tidak mampu mengontrol pasukan AS dan itu mengkhawatirkan para tetangga Irak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar